H2s Instructor

Hasil pemurnian ini kemudian bisa disalurkan melalui pipa pada warga. “Awalnya kami membuat dari paralon, tapi sulit juga memantau efektif tidak pemurniannya. Makanya kami ubah pakai akrilik. Tapi ya rawan pecah,” jelasnya. Usai mendesai tabung pemurnian biogas menggunakan akrilik. Tim dari jurusan teknik fisika ini masih menemukan kendala. Yakni pemurnian yang belum maksimal karena besarnya ukuran partikel ait yang disemprotkan dalam pemurnian. “Hasil spray airnya berpengaruh, semakin berkabut semakin mudah air mengikat H2S dan memurnikan biogas . Kami sempat mengganti sampai 3 kali noozle atau lebar lubang penyemprotannya,” tambah Endlys.

For the original version including any supplementary images or video, visit http://surabaya.tribunnews.com/2017/07/10/mahasiswa-its-buat-alat-pemurni-biogas-menggunakan-air-ini-pertimbangannya

You may also be interested to read

2017-07-26 / Posted in